We usually have a vacant room in our house and we utilize it for study room. The most important is there shall be a desk for work. I would add the book shelves and digital piano.

My desk appearance is like this. What your desk looks like?

desk.png

Advertisements

I used to love solving mathematics problem during my time in high school. And today (12 years has passed), my nephew send a whatsapps message capturing her math problem. Luckily I still can manage to solve the problem.

Adin said what if I open online “bimbel” for high school student? Sounds worth a try!

original.jpg

Senin kemarin saya ada perlu di kantor pusat Jakarta, jadi hari Minggu sebelumnya kami pulang dari Cilegon ke Bogor. Kebetulan juga Adin ada kerjaan di Jakarta.

Hari Senin pagi, waktu itu hujan gerimis. Saya pesan gojek dan pakai jas hujan. Di tengah jalan menuju stasiun hujan menjadi lebat akibatnya celana bagian bawah basar. Air juga mulai merembes ke dalam sepatu. Setelah itu saya naik kereta.

Setelah kurang lebih dua bulan tinggal di Cilegon, rasanya naik commuter line lagi itu sungguh mengasyikkan. “The feel of riding commuter line” kalo kata Adin. Bisa main hp, bisa baca buku, bisa nulis blog, bisa mikir, bisa belajar kalo mau. Setelah turun dari kereta lalu berjalan kaki menyusuri trotoar: ini juga saya nikmati.

Entah mengapa, mungkin karena kalo di Cilegon itu saya mengendarai kendaraan sendiri ke kantor, jadi nggak bisa disambi main hp. Juga mungkin kalau di Cilegon itu pemandangannya pabrik dan lahan kosong, juga jalan rayanya yang sangat berdebu. Dan nggak ada tuh jalan kaki di trotoar.

 

 

 

 

 

 

 

I sleep early, she sleeps late. I’m from engineering, she studied psychology. I love Agatha Christie, she doesn’t. I’m very thinking man, she is more intuitive. She likes Cadbury very much, I don’t really, I love van houten or just simple silverqueen. I love movies, she doesn’t really into. I like spicy, she hates it. I can cope working 5 days 8 hours, she doesn’t.

Yet we have some same fondness; hiking the mountains, traveling, books, music. Most important we have same view of this temporal life.

 

tumblr_nflh9z8rWb1r4fwq2o1_500.png

Di pusat perkantoran, Mega Kuningan, di kursi salah satu minimarket saya duduk.

Satu pria berkemeja biru muda dan celana khaki membeli tiga pak rokok dan satu kotak minuman cokelat.

Tiga wanita duduk mengelilingi meja sambil berbicara dan menyulut batang rokok yang kedua.

Satu pria berwajah Asia Selatan memakan pasta instan yang baru dihangatkan di tungku gelombang dari minimarket. Minumnya jus buah dalam botol plastik.

Satu pria berbadan besar membeli kopi di gelas kertas yang kecil.

Wanita tadi yang merokok membuka ponsel dan memainkan permainan candy crush.

Beberapa pria wanita asing berkulit putih berlalu-lalang.

Tak terasa saya akan segera berusia kepala tiga — tahun depan jika umur panjang. Jika rata-rata umur manusia 60 tahun berarti sudah setengah usia saya jalani.

Di usia yang tidak muda lagi ini, beberapa hal yang saya rasakan:

1. I do what I do

Apa yang saya lakukan dalam kehidupan sepenuhnya karena keputusan saya dan bukan karena desakan orang lain, toh yang akan merasakan resiko dan hasilnya saya sendiri.

Jika sebelumnya masih terpengaruh oleh orang tua, teman-teman dan lingkungan, sekarang tidak lagi. Tentu saja tetap mempertimbangkan saran-saran orang terdekat, tapi keputusan akhir tetap saya yang memutuskan. Yang perlu ditunjukkan bahwa apa pun yang kita lakukan adalah atas dasar kebaikan dan bertanggung-jawab.

Hidup jangan kita habiskan untuk meraih mimpi orang lain.

2. Not afraid of mistakes

Usia dua puluhan itu masih idelis. Cenderung perfeksionis. Tujuan yang ideal harus tercapai lalu akibatnya takut melakukan kesalahan. Jika melakukan kesalahan terlalu dirasakan.

Belakangan saya menyadari, sebanyak apa pun pengalaman seseorang, ia tak akan sempurna. Bagi siapapun, hidup adalah pelajaran.

Jadi berusahalah yang maksimal, ambil resiko. Jangan terlalu takut salah, karena dari kesalahan itu kita belajar

3. Family is number one

Jika di usia muda saya banyak waktu untuk bekerja, lembur dan kerja di akhir pekan, sekarang tidak lagi.

Sepenting apapun pekerjaan, keluarga yang lebih penting. Jadi saya berusaha kerja yang efektif dan efisien. 

Lesa working time, more productivity.


Selamat tiga puluh, tom!

Pagi ini saya lari 5k, ada event gratisan yang diadakan IPB. Nothing special kecuali kali ini saya lari sambil dorong Anya di stroller.

Berangkat habis Subuh, untung malamnya udah siapin tas bekel baju ganti dan popok. Pagi tinggal goreng-goreng untuk bekal Anya.

Mungkin Anya sudah besar ya, dibilangin kalau hari ini main sama Ayah seharian karena ibunya kerja, nangis sebentar lalu lanjut tidur lagi di carseat. Nggak sedih-sedih banget pisah sama ibunya.

Karena acaranya bukan acara lari serius saya tidak ekspektasi berlebihan, baru mulai lari kayaknya jam 6.30. Ternyata lari sambil dorong stroller gampang-gampang susah, apalagi kalau jalannya bayak lobang dan jalurnya tidak disterilkan: masih banyak kendaraan yang lewat.

Kita akhirnya finish dan dikasi susu, sarapan bubur dan kopi oleh panitia.

Selamat Anya, besok-besok lari sendiri yah !!