Archive

Uncategorized

INDEX, FUTURE LOG, MONTHLY LOG, DAILY LOG, COLLECTION

Struktur utama dari jurnalnya sesuai judul di atas. Dimulai dari INDEX aka daftar isi. Jadi halaman di jurnal musti kita kasi halaman supaya gampang nyarinya. Jadi ini nantinya nggak cuma sebagai jurnal aja, karena nanti kita buat collection untuk misalnya mau blogging, jadwal menu, resep masak, study plan dan sebagainya.

Setelah index, ada yang namanya future log.

FUTURE LOG

Future log aka kalender tahunan. Biasanya dibuat dalam 4 halaman atau sesuai selera. Future Log isinya itu agenda yang udah pasti-pasti, penting dan kemungkinan kecil berubah atau batal. Misalnya liburan lebaran, trip ke luar, lahiran, nikahan sahabat yang kita musti dateng dan semacamnya.

Contoh (sumber: https://www.deckleedge.co.za/create-bullet-journal/)

bujo-future-log

MONTHLY LOG

Adalah kalender harian dalam satu bulan. Biasanya ini fokus utama karena kita paling gampang bisa ngelihat satu bulan ke depan. Weekly log biasanya nggak kepake karena rentang waktu terlalu pendek dan sering banget diundur ke minggu berikutnya.

Formatnya sesuai selera ya. Tapi umumnya ada tanggal harian dan target bulan itu. Contoh dari website bullet journal (https://store.bulletjournal.com/blogs/bullet-journal/the-comic-bullet-journal)

Monthly log ini bisa juga buat habit tracker, misalnya punya rencana 2 kali workout seminggu. Bisa kita track disini.

DAILY LOG

Ini plan harian, kita buat di halaman langsung setelah Monthly Log. Bisa dipake untuk planning harian.

COLLECTION

Collection ini bisa kita pake buat bikin halaman untuk topik tertentu. Misalnya mau blogging, nyatet keuangan, resep masakan, apapun itu.

Tinggal buat judul topiknya dan masukin halamannya ke index. Ini index jurnal saya:

IMG_0190

Jadi bebas mau nulis di halaman berapa karena ada Index jadi nggak bingung nyarinya. Mau kasi slot berapa halaman kira-kira aja. Nggak harus urut karena kan ide bisa muncul kapan aja.

Most of time saya bekerja di monthly log. Disitu keliatan misalnya bulan April mau ngapain nih. Yang di luar itu ntar aja mikirnya, karena masih jauh.

Nah di akhir bulan bakal keliatan mana task yang completed. Yang belum tercapai kita migrasi aka pindahin ke Monthly Log bulan berikutnya. Nanti akan keliatan deh task yang berbulan-bulan dimigrasi dan disitu perlu kita tentukan: apa iya ini harus saya lakukan? Kalau ternyata nggak penting dan kita nggak punya komitmen untuk meluangkan waktu dan energi, ya coret aja!

Selamat berjurnal, good luck!

Advertisements

Berawal dari banyak banget agenda yang kelewat, padahal sudah berusaha dicatat. Ini sesederhana agenda servis kendaraan, ngurusin SIM yang kena tilang, atau nyangkok pohon rambutan. Puncaknya sampai saya harus keluar dana besar karena kealpaan ini. Apalagi kalau urusannya janji dengan orang lain, menjadikannya penting meskipun hal sederhana.

Jurnal?

Sebenarnya saya sudah melakukan ini tapi kebanyakan ditinggal nggak diterusin. Beberapa alasan jurnal tidak efektif:

1. Banyak agenda yang kita rencanakan molor. Mustinya minggu ini, tapi ada acara lain, jadi musti diundur. Akhirnya berlarut-larut belum dikerjakan. Bagaimana cara mengelolanya?

2. Banyak hal yang musti kita kerjakan, seperti agenda keluarga, urusan administrasi sebagai warga negara, bisnis kecil-kecilan, workout, dan sebagainya. Bisa nggak ini ditulis dalam satu jurnal?

Nah sebenarnya saya sudah mencoba beberapa metode tapi tidak berhasil maksimum. Dan pas banget Cune posting disini dan saya langsung cobain. Ini metode yang dikembangkan oleh Ryder Caroll. Layak dicoba!

Prinsip bullet journaling bisa dicek di websitenya langung. Tapi singkatnya saya coba tuliskan disini.

Bullet Journal bisa kita pake buku apapun, bentuk apapan, yang nyaman menurut kalian. Saya sih beli di Miniso, notes tanpa garis ukuran saku yang bisa dibawa kemana-mana tanpa musti bawa tas.

nHBfsgAAAwAAABAANAK15AAC4d8.jpg

Prinsip dari bullet jurnaling adalah sebagai berikut:

RAPID LOGGING

Alias mencatat ringkas-ringkas aja. To the point nggak usah bertele-tele. Dalam rapid logging unsur-unsurnya perlu ada TITLE, PAGE NUMBERS, dan intinya: BULLETS. Saya bahas bulletnya dulu supaya nggak bingung.

Ada beberapa bullet:

Dot “*” adalah task: sesuatu yang musti dikerjain. Contoh: bayar pajak, nulis essay, vaksin bocils.

“x” artinya task completed. Transformasi dari dot yang sudah dikerjakan. Done!

“o” adalah event: suatu agenda yang tempat dan waktunya terdefinisi. Contoh: nikahan temen, ultah seseorang.

“>” artinya migrated aka diundur. Jadi ini adalah task (dot)  yang bertransformasi karena diundur ke phase berikutnya (minggu depan, bulan depan etc)

“<” artinya scheduled alias sudah dijadwalkan. Ini transformasi dari task karena sudah kita agendakan untuk dikerjakan pada suatu tempat atau waktu tertentu. Ketika kita menulis task dengan dot, ia hanya berupa task. Tapi ketika kita transformasi menjadi “<“, artinya kita komitmen akan mengerjakan itu di suatu waktu. Lalu kita catat di tanggal bersangkutan di Monthly Log.

“-” artinya note. Jadi ini untuk nulis fakta, pikiran random atau ide-ide. Belum jadi task karena belum diputuskan akan difollow-up atau nggak. Bisa jadi task suatu hari nanti.

 

 

(bersambung ke bagian 2)

Berikut pangalaman saya saat perpanjang paspor di imigrasi kota Bogor di jalan Ahmad Yani pada tanggal 15 Maret 2018.

Pendaftaran

Daftar via whatsapp: Ketik #Nama#tanggallahir#tanggalkedatangan lalu kirim ke 08111100333. Format tanggal dalam DDMMYYYY.

Tanggal kedatangan adalah rencana kita untuk mengurus paspornya. Jika ternyata penih pada tanggal yang kita inginkan, nanti dia akan balas dengan informasi tanggal yang masih kosong.

Biasanya jadwalnya dalam dua minggu sampai satu bulan kedepan, tergantung ramainya pendaftar. Saya daftar tanggal 3 dan dapat jadwal tanggal 15.

Untuk orang dewasa, pendaftaran via whatsapp berlaku per orang. Artinya satu booking code berlaku untuk satu orang dewasa. Untuk anak, jika orangtuanya sekalian memproses bisa sekalian dengan orang tuanya. Tapi kalau proses paspor untuk anak sendiri, harus didaftarkan booking atas nama anaknya.

Syarat

Untuk perpanjangan paspor orang dewasa syaratnya:

  1. Paspor lama asli dan difotokopi halaman depan dalam kertas A4
  2. Fotokopi KTP dalam kertas A4*

Jika belum E-KTP, sebaiknya diurus E-KTP dan jika E-KTP belum jadi perlu menunujukkan surat registrasi E-KTP sementara (diurus di Kelurahan dan Kecamatan)

Untuk pembuatan paspor baru dewasa perlu menyiapkan:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Kartu Keluagra
  3. Fotokopi Akta Lahir
  4. Fotokopi Ijazah
  5. Disarankan membawa dokumen aslinya

Untuk pembuatan paspor baru anak:

  1. Fotokopi akta lahir
  2. Fotokopi kartu keluarga
  3. Fotokopi KTP Ayah dan Ibu dalam 1 kertas A4
  4. Fotokopi paspor Ayah dan atau Ibu dalam 1 kertas A4
  5. Fotokopi Surat Nikah orangtua
  6. Disarankan membawa dokumen aslinya

Jika tidak sempat fotokopi di imigrasi ada tukang fotokopi, jadi bisa dicopy disana.

Hari-H

Di hari yang sudah dijadwalkan datang pagi sekitar (disaraknkan sekitar jam 8) karena perlu isi formulir dan surat pernyataan. Mengisi formulir ini kita-kira 10-15 menit. Mengisi dengan pulpen hitam dan perlu menyiapkan materai. Di inigrasi pun ada yang jual materai, jadi tidak

Alurnya:

  1. Sampai imigrasi, ambil formulir dan surat pernyataan, isi, tempel materai, tanda tangan.
  2. Antri ke loket untuk memasukkan berkas
  3. Di loket kita akan diminta booking code dari whatsapp, lalu dicek berkasnya
  4. Jika semua berkas lengkap, dokumen masuk dan kita menunggu antrian foto dan wawancara.
  5. Foto, sidik jadi, wawancara
  6. Pembayaran dengan cash di loket kantor pos
  7. Pengambilan paspor 3 hari kerja setelah pembayaran

Khusus jika bawa balita (saperti saya kemarin), bisa dapat antrian khusus karena diprioritaskan. Jadi kemarin berkas Ibunya bareng dengan anaknya dapat nomor antrian khusus. Tapi nggak jauh beda dengan saya yang antri normal.

Untuk wawancara, untuk menghindari keribetan, bilang saja mau jalan-jalan ke Singapura.

Kita datang jam 9.20 dan selesai jam 11.20. Menurut saya sistem ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Tidak perlu datang subuh-subuh dan antri manual.

Biaya

Perpanjang Paspor Dewasa = 355K

Buat paspor Anak = 355K

Materai = 7500 (beli di imigrasi)

 

Note:

  • KTP Adin sebenarnya sudah tidak berlaku tapi kemarin dokumen lolos. Semoga paspornya tetep jadi besok Rabu tanggal 21

I challenge you to go a day without a phone and tell your story.

#onedaynosmartphone

Here is my story:

***

For one reason, it happened to me that I could not bring my phone when I was leaving home for office. It’s due to an accident, and in that unbelievable circumstance there is simply no way I could bring the phone.

My wife arranged gojek from home to train station. But that’s all. Afterward, I have to pass the day, get through crowd of Jakarta and work without a phone. Read More

Tiga bulan belakangan saya melakukan riset kecil mengenai pengeluaran keluarga. Saya mencatat secara mendetail pemasukan dan pengeluaran setiap hari, memilah-milah sesuai kategori yang saya buat dan membuat grafiknya. Beberapa poin yang saya simpulkan:

1. Kendaraan itu mahal

Ya, karena kendaraan itu perlu bensin, perlu bayar tol, perlu bayar pajak, perlu maintenance. Tapi dengan adanya anak kecil dan transportasi umum yang masih jauh dari aman dan nyaman, harga ini perlu dibayar.

2. Memasak itu Murah

Uang untuk satu kali makan di luar, kalau dipakai untuk masak sendiri itu bisa untuk tiga kali makan. Dan makan di luar juga sebenarnya nggak enak-enak banget juga. Ya kecuali beberapa.

3. Minimarket

Kalau dilihat-lihat lagi, isi minimarket itu nggak ada yang enak. Dan harganya mahal-mahal. Tapi anehnya, uang kita habis buat jajan-jajan makanan yang artifisial penuh gula yang dijual di minimarket.

 

Jadi kalau mau hemat; nggak usah punya mobil, kurangi makan di luar (kalau perlu bawa bekel ke kantor) dan jangan mampir ke minimarket kecuali emergency.

Good Luck!

 

 

 

 

Ini salah satu topik yang hangat dibicarakan belakangan ini. Masalahnya banyak orang yang sudah mulai bekerja, berpenghasilan dan mulai jarang berolah-raga. Apalagi yang bekerja kantoran aktivitasnya lebih banyak duduk sehingga perut membuncit dan ukuran celana naik.

Nah belakangan ini saya coba diet keto (baca: link) selama dua minggu dan hasilnya ternyata cukup berhasil. Turun 2 kg. Dan rasanya perut nggak terlalu lapar dan mudah kenyang. Saya juga berhenti makan mie instan dan mengurangi gula.

Selama Ramadhan kemarin saya malah turun 6 kg (udah nggak diet keto, makan normal tapi low carb, makan gula juga kadang). Tapi barusan, beberapa hari setelah lebaran, setelah makan banyak nasi, opor, nasi liwet, sambel goreng ati, kentang goreng, soda, caffelatee dan sebagainya, berat badan saya naik lagi 3 kg. Hahaha!!

Beberapa poin penting:

1. Kurangi Asupan Gula dan Karbohidrat

Ini penting banget. Setelah saya stop minum kopi dan teh dengan gula, nafsu makan saya jauh berkurang. Masalahnya gula ini semakin kita banyak konsumsi semakin kita kecanduan jadi bener-bener harus dikurangi. Jadi minum kopi tawar, teh tawar, lama-lama akan kebiasaan. Bisa coba pemanis buatan semacam gula jagung atau stevia, tapi rasanya aneh. Boleh lah sekali-kali minum coca cola zero 😉

2. Tetap Makan Teratur dan  Bergizi

Ini penting karena untuk aktivitas kita perlu energi. Walaupun mengurangi asupan karbo, tetap harus makanan bergizi yang mengandung lemak, protein dan serat.

3. Berolahraga

Berat akan turun masalahnya ini akan mengurangi volume lemak dan otot. Ya otot. Otot akan berkurang karena itu otot perlu dilatih supaya volume otot tetap dan tidak terlihat lemas. Jadi tetap berolahraga, kombinasi antara kardio dan weight training tetap perlu dirutinkan.

Sekian dulu, Selamat berdiet!

Orang bilang usia-usia seperti saya ini sedang sibuk-sibuknya. Bener sih, waktu habis untuk kerja dan sisanya waktunya sedikit sekali untuk keluarga. Kadang malahan merasa nggak punya waktu untuk diri sendiri. Nggak sempet tuh waktu untuk bengong-bengong.

Karena itu waktu jadi sangat berharga jadi waktu yang sedikit harus dimaksimalkan. Saya udah nggak sempet lagi tuh main game. Baca buku pun agak sulit, karena kebetulan nggak naik kereta ke kantor (bawa kendaraan sendiri). Saya berpikir sudah saatnya untuk memilah-milah mana aktivitas yang prioritas dan aktivitas atau hobbi yang perlu dikurangi.

Tentang buku, belakangan saya lebih tertarik membaca non-fiksi. Entah kenapa. Film pun udah jaraaaangg banget dan nggak terlelu exited lagi. Mungkin faktor usia yah.

Ngomong-ngomong tentang buku kemarin ke bbw dan ini dia buku-buku yang saya dapatkan: