RUNFORIVER 2015

Sepatu yang selama ini dipakai latihan sudah hancur jadi mesti cari sepatu lain. Sempat pakai sepatu adidas tapi malahan cedera. Akhirnya beli sepatu baru dan hanya sempat dijajal sampai 10k saja di seminggu sebelum race day. Masih belum cocok banget sih sama sepatunya tapi apa boleh buat.

The Day

Kami berangkat dari rumah pukul empat seperempat lalu shalat Subuh di rest area. Sampai parkiran stasiun Pondok Cina jam lima seperempat. Kata panitia gerbang UI ditutup dari jam lima dan saya juga tidak dapat tiket untuk masuk kendaraan yang khusus bagi 500 pengambil pertama racepack.

Sampai di Balairung UI suasana sudah ramai. Ketemu Teguh yang sama-sama mau lari 21k. Teman-teman lain belum kelihatan, kayaknya belum sampai. Segar sekali ya suasana pagi hari. Adna yang kami ajak naik stroller paling senang jalan-jalan pagi. Kalau biasanya cuma keliling komplek kali ini ke UI yang ada rotunda, gedung-gedung, danau dan hutan.

Sambil menunggu jam 6 saya pemanasan. Temen-temen sipil belum datang juga. Mendekati jam 6 saya dan Teguh siap-siap mendekati garis start. Saat saya lari nanti Adin dan Adna rencananya mau piknik duduk-duduk di tepi danau.

KM 1-5

Tepat jam 6 lari untuk kategori half marathon dimulai. Saya mengambil pace sedang, tidak terlalu lambat, tapi tidak terburu-buru. Karena baru dimulai trek masih sesak dan agak sulit menyusul peserta-peserta lain. Yang saya camkan dari awal adalah jangan terpengaruh oleh pace peserta lain, baik yang lebih cepat atau yang lebih lambat.

Dari garis start di rotunda UI trek lurus ke arah boulevard lalu belok kanan ke arah FMIPA. Lalu naik sedikit melewati Pusgiwa dan FT. Lalu memutar melewati gym dan poltek dan terus kembali lagi ke boulevard.

Tidak ada masalah berarti di 5 km pertama. Ada dua hydration point dimana panitia memberi air minum. Sempat dikasi mizone jadi malahan haus. Selanjutnya saya selalu minta air putih saja.

KM 5-10

Dari boulevard peserta 5k akan kembali ke rotunda sedangkan yang lainnya mengikuti rute ke arah stasiun UI. Lepas km 5 berarti sudah Seperempat jarak ditempuh. Saya menaikkan pace mumpung energi masih ada.

Tepat sebelum gerbang UI itu km 7. Rute dilanjutkan menuju ke arah makara UI. Di sana saya melihat mobil-mobil mengantri dari arah Kelapa Dua karena gerbang UI ditutup.

Sampai di pintu keluar ke jalan Lenteng Agung peserta 10k berputar. Sedangkan peserta 21k melanjutkan rute ke arah asrama, wisna makara sampai FT. KM 10 berada di tengah antara asrama dan FT. Saya masih merasa fit dan berpikir sudah setengah jalan, tinggal setengah lagi. Saya kembali ke pace sedang.

KM 10-15

Kesalahan saya adalah melihat ipod. Dari situ saya melihat waktu baru pukul 7 berarti pace saya di angka 6 menit per km. Terhitung cepat karena rata-rata saya di 8 menit/km. Karena menghitung-hitung pace dan merasa masih banyak waktu, ritme lari jadi berubah. Ritme lari berubah, mental mulai melemah dan stamina mulai terasa berkurang.

Dari FT rute dilanjutkan ke FE sampai FPsi. Karena ritme lari yang terganggu nyeri di telapak kanan mulai terasa. Di hydration point depan FPsi saya pindah ke jalan cepat.

Karena nyeri terasa dan tubuh mulai dingin saya tidak bisa kembali lagi ke ritme awal. Selanjutnya saya melakukan kombinasi lari dan jalan cepat. Masalahnya walupun dipakai jalan cepat, kaki masih terasa sakit.

Dari FPsi rute diputar kembali lagi ke FE dan FT lalu melewati lagi jalur lingkar luar UI ke asrama. Di jalur itu saya merasa mulai jatuh mental. Kaki yang semakin terasa nyeri dan peserta-peserta lain banyak yang menyusul.

KM 15-19

Km 15 berada di wisma makara. Rute dilanjutkan kembali ke arah Balairung. Karena latihan saya baru sampai 14K berarti setelah ini adalah jarak yang tidak terduga, jarak yang belum pernah saya capai sebelumnya. Dengan kondisi nyeri di telapak kaki kanan, stamina yang terkuras, masih ada jarak 6 km lagi yang harus ditempuh. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di 6 km terakhir ini. 

Ketika melewati pos satpam dekat mang Engking, kira-kira di km 16.5, jam dinding di sana menunjukkan pukul 8 lewat sepuluh menit. Dari situ saya yakin kalau saya pasti finish dalam cut off time 3.5 jam walaupun dengan terus berjalan.

Tapi saya masih mencoba lari sebisa mungkin. Pindah ke jalan cepat ketika nyeri sudah tidak tertahan. Semakin siang matahari mulai terik. Suara bising kendaraan mulai terdengar. Ini juga menambah stress.

KM 19- finish

Ini adalah rute yang paling menyiksa. Ketika sampai balairung rute diputar melewati rotunda drkat finish line, tapi masih diputar lagi ke belakang fmipa, perpus, fasilkom, science park, mui baru kembali lagi ke balairung. Ketika lewat sana banyak peserta yang sudah mengalungkan medali.

Tapi akhirnya saya finish juga. Walapun tertatih sejak km 15, saya finish dalam waktu 3 jam 3 menit. Pace 8.6 menit/km.

  

  
Post-Race Note:

– cukup puas karena memang target saya finish dalam 3 jam. Sedikit kecewa karena sebenarnya saya bisa lebih baik.

– tidak perlu menghitung-hitung pace. Selama tetap lari waktunya akan bagus. Menjaga ritme lebih penting karena kalau sudah dingin tidak akan bisa kembali ke ritme semula

– latihan lagi untuk memperbaiki teknik lari, melatih otot dan stamina dan juga mencari sepatu yang cocok.

– special thanks untuk Adin, Adna dan keluarga. Teguh si teman sama-sama impulsif mau lari 21k. Toni yang akhirnya bisa lari 10k. Widi, Akmal, Iqbal, Tria yang mau ikutan juga 5k. Anggi dan Jae yang sengaja jauh-jauh datang untuk memberi selamat. Juga pada mapala ui dan panitia runforiver 2015. Terima kasih semuanya!!

 

Setelah 21k


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: