SIBUK

Saya kagum pada kolumnis-kolumnis surat kabar dan majalah yang bisa konsisten menulis setiap minggu. Bukan cuma menulis tapi kualitas tulisannya juga layak publish. Misalnya pak GM dengan capingnya. Atau pak DI di Jawa Pos. Atau pak SM di kompas. Dan banyak lainnya. Sedangkan saya belum tentu seminggu sekali. Bahkan kadang sebulan tidak menulis sama sekali. Padahal cuma di blog biasa seperti ini.

Sibuk sepertinya tidak layak dijadikan alasan. Kolumnis-kolumnis itu malah jauh lebih banyak agendanya. Tapi belakangan memang hal-hal yang harus saya kerjakan semakin banyak. Malahan sepertinya ram otak saya tidak sanggup menyimpan to do list, jadi kadang-kadang ada yang kelupaan. Punya anak bayi ternyata menambah printilan-printilan, apalagi kalau mau jalan-jalan; baju ganti, popok, minyak telon, tisu, kapas, kasur, stroller. Apa lagi ya? Itu juga baru satu anaknya. Orang-orang ada yang punya anak tiga-empat. Di kantor juga dapat kerjaan yang bikin saya tiap hari pulang malam. Weekend pun banyak agenda dengan keluarga dan teman. Jadi kapan saya bisa menulis?

Gayanya udah kayak orang paling sibuk di dunia. Padahal yang cocok sibuk banget ya pak Jokowi. Ato pak menteri ekonomi karena rupiah lagi melemah sekarang ini.

Tapi seiring dengan usia saya yang mendekati kepala tiga, beberapa hal ini saya pelajari dari orang-orang super sibuk yang menurut saya mampu memanaje waktunya:

1. Get things done

Mungkin ada banyak pekerjaan, tapi alih-alih dikerjakan malah cuma dipikirin. Ditulis di notes tapi nggak dikerja-kerjain. Get things done!! Selesaikan satu-satu. Buat prioritas

2. Ultra Fokus

Ketika sedang menyelesaikan satu masalah, fokus pada masalah itu. Lupakan dulu yang lain. Hindari distraksi. Hasilnya pekerjaan kita akan maksimal.

3. Say No

Ada hal-hal yang harus kita kerjakan tapi ada juga yang tidak. Tidak semua pekerjaan harus kita yang mengerjakan. Ada kalanya juga kita harus menolak. Ada saatnya juga kita mempercayakan pada orang lain.

4. Optimize every single time

Waktu terbatas tapi yang harus dilakukan banyak, jadi waktu jangan dibuang-buang. Kalau meeting ya harus ada hasilnya. Minimal tau selanjutnya mau ngapain. Buat yang kerja full time mungkin waktu dengan keluarganya sedikit. Maksimalkan waktu yang sedikit tersebut dengan quality time dengan pasangan dan anak.

Ya itulah beberapa hal yang teorinya gampang tapi praktiknya gampang-gampang susah. 

Being busy is better than being bored. Bored left a long time ago. Busy is always around for me.

  
haf, 27 Aug 15. Antara Cawang-Bogor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: