RITUAL PAGI: JALAN AHMAD YANI

Dari seberang jalan, angkot saya akan melaju melewai jalan Ahmad Yani yang rimbun. Lalu melewati pom bensin Total dan air mancur. Berbeda dengan malam hari yang ramai, air mancur di pagi hari sepi. Hanya tenda-tenda yang dilipat, kursi meja ditumpuk-tumpuk dan sisa sampah. Lalu angkot akan melewati deretan ruko-ruko; restoran minang, martabak air mancur, sop buntut, toko komputer, bank, minimarket, JNE, Prodia. Kecuali minimarket, restoran Minang dan JNE, ruko-ruko tersebut masih tutup.

Tentang Jalan Ahmad Yani, mungkin kamu berpikir setiap kota punya jalan Ahmad Yani-nya. Tapi jalan Ahmad Yani di Bogor punya sejarah yang cukup dalam. Jalan Ahmad Yani adalah salah satu ruas dari jalan raya pos yang dibangun Deandels. Jalan ini lebih dikenal dengan Jalan Anyer-Panarukan. Jalan Raya Pos di Bogor melalui Cibinong-Jambu Dua- Ahmad Yani- Sudirman-Juanda-Suryakencana-Tajur-Ciawi. Itu sebabnya mengapa di jalur tersebut banyak sekali bangunan peninggalan Belanda: museum peta (ZENI), gedung wanita, markas PM, kejaksaan, Hotel Salak, kantor walikota, SMAN 1 Bogor, museum Etnobotani, pasar Bogor, museum Zoologi. Pohon Kenari dan Asem di sepanjang jalan Ahmad Yani bisa jadi yang ditanam oleh Deandels pada waktu itu.

Jenderal Ahmad Yani semasa SD dan SMP tinggal di Bogor. Jenderal Ahmad Yani sekolah HIS (SD) dan lulus tahun 1935 dan MULO (SMP) sampai tahun 1938. Dua-duanya di Bogor dan kemungkinan memakai bangunan yang sekarang menjadi SMAN 1 Bogor. Pada masa pendudukan Jepang Jendaral Ahmad Yani kembali ke Bogor untuk bergabung dengan PETA.

Jalan Ahmad Yani adalah salah satu jalan favorit saya di kota Bogor karena ini jalan yang paling rimbun. Sekarang ini restoran dan café berjamuran di jalan ini dan apabila malam ramai sekali. Mobil-mobil parkir di tepi jalan karena tempat parkir tak memadai. Ini tentu karena transportasi publik di kota Bogor belum memadai. Padahal apa sih susahnya dibuat sistem bus seperti Singapura?

*Serial #ritualpagi bercerita tentang renungan saya dalam perjalanan dari rumah ke stasiun setiap hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: