KARYAWAN TETAP ATAU TETAP KARYAWAN? #selasabahasa

Ah ya, mari kita buat #selasabahasa. Hari selasa untuk membicarakan bahasa.

Kali ini saya ingin menulis tentang “karyawan tetap” dan “tetap karyawan”. Menarik bagaimana penukaran urutan membuat makna frase menjadi berbeda.

“Karyawan tetap” dalam masyarakat kita memiliki makna yang positif. Mereka adalah orang-orang yang diangkat oleh suatu perusahaan atau instansi menjadi karyawannya, tetap seumur hidup!! Seandainya perusahaan memecat, mereka harus memberi ganti rugi yang tidak kecil. Dan setelah melewati usia produktif, mereka mendapatkan tujangan dan pensiun. Tentunya perusahaan tidak dengan mudah mengangkat karyawannya menjadi tetap karena ada konsekuensinya. Marak belakangan perusahaan merekrut karyawan dengan kontrak dalam jangka waktu tertentu. Jika kontrak habis, selesailah sudah. Tidak ada kewajiban apapun dari perusahaan. Walaupun pemerintah mengeluarkan aturan — bahwa setelah sekian tahun karyawan harus diangkat menjadi karyawan tetap — tetap saja perusahaan punya akal untuk berkelit dari pasal-pasal itu.

“Tetap karyawan” memiliki makna yang negatif. Di toko buku selalu saja ada buku yang berjudul “Anda mau tetap menjadi karyawan seumur hidup?”. Tentu tidak? begitu seharusnya jawabannya. Karena “tetap karyawan” berarti punya penghasilan yang terbatas, waktu habis di kantor, begitu-begitu saja. Sehingga orang-orang yang tidak mau menjadi karyawan berusaha bisnis ini itu supaya tidak menjadi karyawan yang biasa-biasa saja itu.

Nah, sangat berbeda sekali bukan, padahal hanya bolak-balik posisi. Perbedaan ini dikarenakan sifat bahasa Indonesia yang diterangkan-menerangkan (DM). Istilah ini dicetuskan pertama kali oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Maksudnya adalah dalam frasa yang terdiri dari dua kata, kata kedua bersifat menerangkan kata yang pertama.

“Karyawan tetap” memiliki dasar “karyawan” yang diterangkan dengan “tetap’, sehingga fokus dari frasa ini adalah “karyawan”. Sedangkan “tetap karyawan” memiliki dasar “tetap” yang diterangkan dengan “karyawan”. “Tetap” bisa bersifat positif tapi lebih banyak bersifat negatif karena umumnya manusia menyukai perkembangan, progress. Tetap berafiliasi pada “stagnansi”, tidak berubah, yang umumnya kurang disukai.

Selamat berbahasa!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: