HANTU

Jadi saya sebenarnya sedang membuat catatan perjalanan saya ke Merbabu, tapi belum selesai-selesai. Jadi teringat kata orang, “skripsi/tesis terbaik adalah yang selesai”. Selalu kesempurnaan yang dicari, tapi kalau tidak selesai apalah artinya?

Jadi kali ini saya akan bercerita bagian paling seru dari perjalanan itu. Begini ceritanya:

Saya mengklaim diri saya punya ingatan yang kuat, daya bayang ruang dan spasial yang baik. Jadi sekali saya datang ke tempat, normalnya saya bisa hafal, bisa cari jalan keluar atau ingat ketika akan ke tempat itu lagi di waktu yang lain. Setiap menuju sesuatu tempat (dengan apapun: jalan kaki, mobil, perahu, pesawat) selalu terbayang di kepala saya peta. Makanya saya selalu mencari arah mata angin, dan mengingat lokasi-lokasi/benda-benda sebagai acuan.

Perjalanan ke Merbabu kami lakukan di malam hari dan dalam vegetasi hutan yang tertutup. Karena yang terlihat hanya pohon-pohon yang rapat, jadi saya hanya mengingat beberapa titik sebagai patokan seperti plang, batu besar, sungai, area hutan yang terbuka, pohon besar yang runtuh, trek yang berbelok signifikan, perbedaan vegetasi.

Perjalanan semuanya lancar kecuali perjalanan pulang.

Kami turun dari pos 3 (pos Batutulis, turun via Selo) waktu itu selepas Maghrib. Hujan masih tersisa rintik-rintik.  Semua kami siapkan baik-baik: senter yang terang, baterei cadangan, jas hujan, air minum, snack untuk di jalan. Kami turun dengan kecepatan lambat, karena waktu itu salah satu dari kami kurang fit. Seperti biasa saya jalan paling belakang.

Saya memperhatikan trek yang kami lalui, khawatir tersasar ke jalur yang lain (walaupun katanya tidak ada jalur cabang di Selo). Dari pos 3 semuanya sama dengan waktu berangkat. Setelah turunan agak curam dengan jalur-jalur air hujan yang licin kami akan sampai trek yang agak landai dengan pepohonan yang tidak begitu rapat dan ada ruang-ruang terbuka di sisi kanan-kiri.

Seharusnya setelah itu, sebelum berbelok tajam, ada ruang terbuka dan terlihat samar-samar kerlip lampu kota dan ada batu besar (sewaktu naik kami istirahat di atas batu itu). Saya menunggu, tapi setelah satu jam berjalan, tempat itu tidak kami lewati!! Saya panggil Teguh dan menanyakan hal itu, tapi sepertinya dia tidak memperhatikan. Tapi Adin bilang dia juga berpikir hal yang sama.

Sementara kami simpulkan: mungkin karena gelap dan hujan, tempat itu sudah dilewati tapi tidak terlihat.

Kami melanjutkan perjalanan. Hal yang lain yang membingungkan saya adalah adanya pohon runtuh yang melintangi trek. Memang ada dua pohon melintang waktu naik, tapi seingat saya lokasinya di trek agak di bawah. Pohonnya pun bukan baru, seharusnya waktu naik terlewati. Saya jadi bingung, dan akhirnya saya menyimpulkan kalau memang kita sudah hampir sampai pos Selo.

Tapi setelah satu jam lebih kami belum sampai-sampai juga.

Lalu kami melewati jalur semak dengan bunga-bunga warna ungu. Seingat saya bunga-bunga ungu ada di trek atas bukan di bawah. Semua hal itu membuat saya pusing, sehingga saya menyimpulkan treknya bertukar-tukar atas dan bawah, entah bagaimana caranya.

Namun di antara semua keanehan itu, ada tiga hal yang paling aneh:

– Adin dan Teguh mendengar suara “hosh, hosh” mengikuti dari samping. Seperti suara nafas halus. Awalnya mereka kira itu suara saya atau Rani, tapi kami tidak mengeluarkan suara nafas seperti itu.

– Saya merasa ada seseorang di belakang, seperti suara resleting besi, tapi ketika saya menengok tidak ada apa-apa.

– Di salah satu tikungan kami berpapasan dengan grup yang sedang naik. Kami ikut istirahat duduk-duduk dan ngobrol sedikit. Kami duluan melanjutkan perjalanan, mereka sepertinya masih mau istirahat. Selang beberapa langkah — kebetulan saya jalan paling belakang — saya bertanya tanpa menengok. “Mas, kira-kira berapa jam lagi sampai pos Selo?. Tapi tidak ada jawaban. Saya menengok dan orang-orang itu tidak ada.

Memang itu tikungan sehingga jika mereka sudah berjalan, tidak akan terlihat dari tempat saya. Tapi dari waktu saya ucapkan salam sampai saya bertanya, kira-kira hanya 30 detik, dan jaraknya tidak lebih dari 10 meter. Seharusnya kalau mereka jalan, suaranya terdengar (bangkit dari duduk, sedikit bercakap, memperbaiki letak ransel). Dan rasanya 30 detik terlalu cepat untuk 5 orang untuk bisa menghilang seperti itu. Dan sewaktu kami duluan berjalan mereka masih santai-santai duduk, tidak ada rencana segera pergi.

Bisa jadi mereka hantu yang menjelma menjadi grup pendaki, anak-anak muda lokal, dengan logat yang kental. Atau teori yang lebih masuk akal adalah ada (siapa?) yang menukar rute tepat di tikungan itu. Jadi tikungan itu semacam portal. Teori ini pas dengan bertukar-tukarnya trek yang kami rasakan.

Oh iya, sewaktu naik kami melihat ada dua pohon runtuh, tapi waktu turun ada tiga. Jangan-jangan ada rute yang berulang juga? Sesuai dengan keanehan: mengapa waktu tempuh turun dari pos 3 sampai Selo tidak jauh berbeda dengan saat naik. Seharusnya waktu tempuh untuk turun lebih cepat.

928237_277143309114276_1570627916_n

Sabana di gunung Merbabu. Photo by @tomialf using ipod5.

Advertisements
7 comments
  1. Dan akhirnya sampai ke bawah ke lokasi yang emang diharapkan? atau nyasar ke jalur lain juga?

  2. Senior saya di Kehutanan juga pernah mengalami hal yang sama Mi. Yupp, di Selo.. Dia sampe berputar2 beberapa kali tapi kembali ke titik yang sama, itu lagi itu lagi. Tapi pas putaran terakhir, ketika dia udah pasrah sambil merenung punya salah apa sebelumnya, tiba-tiba jalan keluarnya muncul tepat di depannya. Dan ga jauh dari situ ternyata temen2nya ngumpul, dan dia baru sadar detik itu, temen2nya sampe nanya kenapa keliatan linglung. (katanya). Mistis ya. Wallahualam..

  3. fitriza romly said:

    Ini kedua kalinya aku membaca Merbabu dengan keanehannya, sebelumnya di jalanpendaki.com >.<
    Enggak kepengen naik Merbabu jadinya, tapi kepengen liat Merapi dari Merbabu :3

    • Hastomi said:

      Merbabu bagus banget, harus kesana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: