DZULHIJJAH

Tak terasa Dzulhijjah tiba. Entah bagaimana ceritanya, ada perasaan tersendiri jika bulan ini tiba. Rasa rindu, sedih, bahagia, bercampur. Masih hangat di ingatan saya perjalanan haji tahun lalu; Kemerahan kota Mekkah yang berdebu ketika kami sampai sore itu tanggal 3 Dzulhijjah, shalat Maghrib di tengah jalan karena Masjidil Haram sudah penuh, lantunan imam Haram maghrib itu, ibu-ibu yang memberi permen saat kami kelelahan sebelum thawaf umrah, sa’i di Shafa dan Marwah, air zam-zam yang menyegarkan, bus butut menuju Mina, tenda Mina yang sesak, Arafah yang gersang, rusuh di terowongan Mina, melempar jamarat di hari Tasyrik, tahliq (gundul) kepala, thawaf ifadhah, ditutup dengan ziarah ke kota Madinah. Momen-momen yang mungkin hanya sekali itu saja kami lakukan seumur hidup.

Berawal dari ajakan Adin yang menurut saya fantastis (naik haji?), lalu tiba-tiba alam berkonspirasi seakan-akan memang Haji memanggil kami. Dari dana yang saat itu belum ada lalu entah bagaimanya tiba-tiba dicukupkan, lalu pekerjaan yang tiba-tiba slow sehingga bisa mendapatkan izin haji, dan visa yang akhirnya mendapat persetujuan. Qodarullah, jika Allah berkehendak, maka siapa yang bisa menghalangi?

Qodarullah, jika Allah berkehendak, maka siapa yang bisa menghalangi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: