S2

Lanjut Kerja atau S2?

Inilah pertanyaan paling hot belakangan ini. Saya yang sudah 4 tahun bekerja sebagai civil engineer disarankan untuk lanjut S2, dan adik saya yang baru saja lulus menjadi sarjana ilkom pun disarankan untuk langsung lanjut S2.

Nah, bagaimana ini? Mari kita lihat dari beberapa sudut pandang.

A bilang: Lanjut S2, cari ilmu sebanyak-banyaknya supaya bermanfaat buat orang banyak

B bilang: Anak harus lebih sukses dari orangtuanya, kan ortu kamu S3, jadi minimal kamu juga S3.

Begini saudara-saudara, menurut saya, regardless mau kerja atau S2, yang paling penting adalah kita tau mau akan menjadi seperti apa kita di masa depan; 10, 20, 30 tahun kemudian. Vision orang menyebutnya, itulah yang paling utama.

Saya setelah lulus S1 memilih untuk bekerja karena menurut saya hanya dengan bekerjalah ilmu engineering saya mendapatkan tempat aktualisasi. Dengen bekerja saya bisa benar-benar mengaplikasikan teori yang saya pelajari menjadi sebuah produk (karya).

Hal yang lain, sebagai engineer (perekayasa) yang dituntut untuk memecahkan masalah (solving problem), kita tidak hanya dituntut untuk memiliki kecakapan teknikal, tetapi lebih dari itu: kecakapan dalam bekerjasama, memimpin, komunikasi. Dengan bekerja hal-hal tersebut bisa dirasakan dan dipelajari.

Mengambil S2 pun bukannya tidak bagus, tetapi saya memang tidak langsung mengambil jalan itu. Kecuali memang yang sangat passioanate dalam riset. Belakangan ini malahan S2 pun banyak yang dilanjut dengan bekerja, berbeda dengan dekade lalu. Biasanya lulusan S2 langung mendapat posisi sedikit tinggi, apalagi yang S2 di luar negeri dan mendapat international exposure, mereka lebih percaya diri dan terbuka. Yang lebih bagus lagi, banyak juga lulusan S2 membuka bisnis sendiri dan sukses.

Secara garis besar, bisa kita bagi dua: 1. dunia praktis (kerja) 2. Dunia akademik (riset). Yang satu tidak lebih baik dari yang lainnya, sehingga sukses pun tidak didominasi oleh salah satunya. Keduanya saling melengkapi : Dunia riset memberi sumbangan ide/penemuan/inovasi/solusi kepada dunia praktis sehingga sesuatu bisa dilakukan lebih cepat, efisien, efektif, sustainable.

Bagi saya kedua-duanya bagus asal punya visi. Itulah nyawanya. Ada yang bekerja bertahun-tahun, melakukan hal yang sama setiap hari sampai pensiun tanpa punya mimpi lebih. Ada juga yang terjebak di dunia akademik, lanjut S2 sampai S3 tapi tanpa tujuan. Setelah S3 bingung ingin apa karena enggan jika bekerja (karena S3 itu sangat spesifik, dan bekerja biasanya kita harus mengerjakan hal-hal di luar keahlian kita).

My Vision

Dari top 250 engineering company dunia (khususnya EPC company), tidak ada satupun perusahaan Indonesia termasuk di dalamnya. Tiga EPC company top nasional, dua diantaranya sudah dibeli oleh asing (Dahlan Iskan: Sejak krisis ekonomi tahun 1998, tinggal Rekind-lah perusahaan engineering kelas dunia yang masih dimiliki bangsa ini). Padahal potensi engeneering kita sangat besar. Sebagian besar engineer berbakat kita bekerja di perusahaan asing dan tersebar di seluruh dunia, dari Timur Tengah, Eropa, Asia, Amerika, Australia-NZ hingga kutub.

Saudara Asia kita, Jepang dan Korea Selatan bahkan Tiongkok, perusahannyanya termasuk dalam top list. Mengapa negara sebesar kita bahkan hanya punya satu perusahaan dan itu pun tidak termasuk dalam top list?

Visi saya cenderung ke arah sana: bagaimana engineering company Indonesia mampu berkarya di tingkat Internasional, turut serta memberi solusi bagi dunia, dan tentunya mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal kita.

Jadi S2 atau kerja?

Back to main question, lanjut S2 atau kerja?

Saya sebenarnya tertarik untuk melanjutkan S2, tetapi masih mencari topik apa yang akan saya dalami, terutama yang berkaitan dengan visi saya. Saya tidak mau terburu-buru mengambil S2 hanya mengejar gelar tetapi minim tujuan yang akhirnya hanya akan memulai dari nol lagi.

Ini bukan permainan ular tangga.

Advertisements
1 comment
  1. fitriza romly said:

    Menarik sih, Oom.
    Hemmm… Kalau untuk saya, secara saya perem, yes. Saya lebih memilih untuk mee… meee… menikah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: