TENTANG CITA

Sewaktu saya SMA saya sangat tertarik pada dunia komputer, khususnya web desain. Saya sempat bisa html, vbscript, asp dan membuat website pakai software macromedia dreamwaever. Saya juga belajar cara membuat animasi flash. Waktu itu blog belum populer dan saya membuat website pribadi, di hosting dan domain gratisan. Sejak kelas satu SMA saya bertekad ingin masuk informatika ITB. The best faculty in the country at that time. Sejak kelas dua saya sudah mulai belajar soal-soal spmb, berhubung saya harus bersaing dengan ribuan orang lainnya. Saya juga bertanya-tanya pada kakak kelas yang berhasil masuk sana.

Tapi entah bagaimana ceritanya, orang tua saya berhasil meyakinkan saya bahwa saya harus memilih jurusan teknik sipil. Bisa jadi karena ada saudara yang sukses sebagai insinyur sipil. Yang kedua saya dilarang kuliah di Bandung karena katanya perempuannya cantik-cantik, Alhasil dengan nilai try out saya yang (akhirnya setelah bekerja keras) lolos masuk IF ITB, tapi akhirnya saya memilih jurusan teknik sipil UI di pilihan pertama saya dan IPB (matematika) di pilihan kedua.

Memang pada zaman orang tua saya, teknik sipil adalah jurusan idaman. Bagaikan kedokteran atau IT di zaman sekarang. Di tahun 80-an, juara-juara SMA di Jakarta masuknya teknik sipil. Wajar karena zaman itu pembangunan sedang booming. Tapi di zaman saya masuk kuliah, teknik sipil adalah teknik yang peminatannya salah satu yang terendah di antara jurusan-jurusan lain di fakultas teknik.

Tahun-tahun pertama saya di teknik sipil, sempat kepikiran pindah jurusan. Atau cari beasiswa ke luar negeri. Tapi qodarullah tidak ada yang diterima. Tahun-tahun selanjutnya saya berhasil meyakinkan diri bahwa inilah memang jalan saya.

Dan inilah saya 10 tahun kemudian. 4 tahun sudah saya bekerja di sebuah kontraktor swasta. 1 tahun di belakang meja membuat perhitungan dan analisa, 1 tahun di panasnya Cepu bekerja dengan pekerja lapangan, 1 tahun bekerja dengan orang Jepang di Chiba. Dan sekarang saya ditugaskan di Cikarang mengawasi pekerjaan fabrikasi baja. Tugas yang tidak mudah kata atasan saya, karena dalam sekian tahun terakhir belum ada pekerjaan fabrikasi baja yang sukses. I think I can do it, and I feel I’m kind of good at managing.

10 tahun lalu ketika saya sibuk mengutak-atik script di pentium II butut di rumah, saya tidak akan pernah berpikir bahwa 10 tahun kemudian saya akan bekerja mengurusi baja dan segala tetek bengeknya. Tapi begitulah dunia bekerja. Kita bisa merencanakan, tapi kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di depan.

Anyway, saya tidak menyesal masuk jurusan teknik sipil. Saya tidak menyalahkan orang tua saya, karena memang saya membiarkan saya diyakinkan untuk memilih jurusan itu. Di masa-masa setelahnya saya yang meyakinkan orangtua saya atas pilihan saya. Dan jangan pernah kita memilih jalan yang dipilihkan orang lain untuk kita, karena ketika kita menemui kesulitan kita akan cenderung menyalahkan orang lain, dan tidak akan pernah menemukan kepuasan.

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. (Steve Jobs)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: