HUJAN

Hujan deras seperti ini selalu mengingatkanku pada kota asalku. Butiran air yang berbentuk seperti jarum, jutaan, miliaran, jatuh ke Bumi, menimbulkan deru hujan yang konstan. Sebagian orang lebih suka berdiam di rumah, membuat secangkir teh lalu duduk-duduk sambil mencoba menerka apa arti hujan ini, atau bersembunyi dalam selimut sambil diam-diam mendangarkan deru hujan, atau ada juga yang sepertiku, lebih suka jalan berpayung atau jaket, lalu merasakan percikan-percikan air menyentuh pipi diantarkan angin.

Satu dua orang berjalan di depanku terburu-buru, dengan payung, dan dengan tidak sabar menunggu lampu menjadi hijau. Tidak bisakah mereka lebih santai di malam minggu seperti ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: