FLASHBACK 2012

Sudah lebih dari setahun sejak saya sariawan karena makan bakso tahun lalu. Dan juga sudah lebih dari setahun sejak pagi berhujan itu saya bertemu ibu penjual lontong. Satu tahun yang sangat berwarna bagi saya.

Membuka halaman kehidupan yang lalu selalu menimbulkan rasa rindu untuk kembali, walaupun tidak akan pernah bisa kita kembali. Setidaknya fragmen-fragmen itu bisa sedikit melengkungkan garis bibir saya membentuk senyuman, tanda syukur bahwa saya telah mengalami tahun yang sangat menyenangkan.

JAN-APR

Ini adalah bulan-bulan terakhir saya sebagai single. Waktu itu saya masih kos di Depok, bersama teman-teman kampus: Toni, Aji, Amir, Tiko.ย  Selain diisi untuk bekerja, di akhir pekan saya mengisi waktu di Bogor dengan mengajar tahsin di SMA PGRI 3, membantu komunitas yatim dengan A’ Meydi, A’ Baban, dan teman-teman pengajian Andri, Adhi dan Zul. Sesekali mengikuti komunitas biola di taman bundar perpustakaan UI.

MEI

Mei adalah bulan lamaran saya untuk Adin. Malam itu saya dan keluarga untuk pertama kali datang ke kediaman keluarga Adin. Diputuskan bahwa pernikahan kami akan dilaksanakan 4 pekan kemudian. Hari esoknya saya langsung berangkat ke Cepu untuk tugas proyek. Karena saya di Cepu, sebagian besar persiapan pernikahan dilakukan oleh keluarga Adin terutama Teh Emi. Terima kasih teh Emi untuk bantuannya :).

JUNI

Pada jeda 4 pekan antara lamaran dan hari pernikahan itu saya tetap harus pulang pergi Cepu-Bogor di akhir pekan. Ada hal-hal yang harus diurus seperti fitting baju pengantin, undangan, acara. Karena tiket kereta eksekutif cukup menguras kantong, saya harus mencari alternatif lain. Dari kereta bisnis, ekonomi sampai bis sudah saya jajal, dan bukan ide yang buruk. Walaupun menguras energi, di moda tranportasi marginal ini saya bisa melihat sisi-sisi kehidupan yang lain.

Ahad 17 Juni adalah hari pernikahan kami. Kamis malam tanggal 13 saya sudah bertolak dari Cepu dengan berbekal izin cuti untuk 10 hari. Alhamdulillah acara pernikahan kami berjalan lancar, walaupun baju pengantin baru diputuskan satu hari sebelumnya setelah perdebatan panjang antara saya dan Adin ๐Ÿ˜‰

208851_4188990527550_72742786_n

Walimatul Ursy, 17 Juni 2012

Setelah menikah kami berbulan madu ke pulau Kangean, timur Madura. Overall menyenangkan kecuali kapal pulang yang terhambat cuaca yang membuat bos-bos saya di Cepu uring-uringan. Akhirnya kami menumpang kapal barang bersama tabung gas dan logistik dalam kapal. Setelah semalam suntuk tidur di geladak kapal akhirnya kami sampai di Sumenep Madura. Kami sempat mampir ke Sumenep, makan sate bersama kawan saya Imam disana.

Snorkeling di Laut Kangean

Snorkeling di Laut Kangean

Kami sampai di Surabaya sekitar waktu Maghrib. Perjalanan Surabaya-Cepu dengan bis sangat melelahkan. Tiga kali pindah bis dengan bawaan yang tidak ringan. Tepat tengah malam akhirnya kami sampai di Cepu. Itu pertama kali Adin menginjakkan kaki di tanah Arya Panangsang. Welcome Adin to Cepu ๐Ÿ™‚

JULI

Juli adalah bulan pertama kami di Cepu. Kami tinggal di, kalau kata Adin, “Kamar tanpa Jendela”.

Our Room

Our Room

Di bulan Juli ini kami sempat mampir ke Jogja, mampir ke rumah Bude Tik, main ke Malioboro, Taman sari, museum Merapi. Akhir bulan Juli kami juga mampir ke Solo dengan tujuan utama menonton Batman The Dark Knight Rises. Maklum, di Cepu tidak ada bioskop. Di Solo yang cerah itu kami juga mampir shalat dhuha di Masjid Agung Surakarta dan menikmati proses pembuatan batik di museum batik Danar Hadi.

IMG_0819

AGUSTUS

Agutus adalah bulan Ramadhan. Kami menikmati kehidupan berpuasa di Cepu yang aduhai panas sekali. Untung saja di bulan puasa jadwal pulang lebih cepat. Kami mengisi dengan shalat tarawih di masjid samping kosan, i’tikaf di masjid gang 5 Cepu. Sahur selalu ditemani sinetron favorit Adin “Para Pencari Tuhan”.

Beberapa hari sebelum lebaran, kami pulang. Tak lupa membawa oleh-oleh Ledre pisang khas Cepu untuk keluarga di Bogor.

Hari raya Ied al-fitr kami shalat di Bogor. Kesokan harinya ke Sukabumi, silaturahmi dengan kerabat Abah-Mamah sekalian mampir ke keluarga calon istri a Opay. H+3 kami menyusul ke Kebumen dengan kereta. Di Kebumen tentu favorit kami adalah bermain sepeda di pematang sawah dan main ke pantai Petanahan. Kami pulang bersama Bapak-Mamah dengan mobi, mampir di salah satu kerabat di Gandrungmangu.

Ied Al-Fitr, Baranangsiang IPB

Ied Al-Fitr, Baranangsiang IPB

557316_10151053301557582_1242371139_n

Situ Gunung, Sukabumi

Pantai Petanahan

Pantai Petanahan

246741_10151053331757582_1659701430_n

Sore di Gandrungmangu

Perjalanan yang menyenangkan terutama bila mengingat bagian kami nyasar di perbukitan di jalur alternatif dan di malam hari pula. Maklum, jalur utama terlalu mainstream bagi saya.

Akhir agutus juga bertepatan dengan jatah cuti saya. Setelah libur lebaran kami mendaki gunung Rinjani di Lombok. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Track Rinjani yang begitu lengkap dari padang sabana, perbukitan, tanjakan berbatu pasir, tebing, dan hutan.

Sebelum mendaki, diantar Mang Dudung dan Bi Iyet.

Sebelum mendaki, diantar Mang Dudung dan Bi Iyet.

Pendakiannya juga bukan pendakian yang mudah. Beberapa kali hampir menyerah, apalagi ditambah kaki saya yang pincang sebelah. Namun alhamdulillah akhirnya sampai juga di Puncak.

3131_10151063161147582_151167248_n

Bukit Penyesalan

We dit it! Puncak Rinjani 3726 Mdpl, 30/8/12

We dit it! Puncak Rinjani 3726 Mdpl, 30/8/12

Pelawangan Senaru

Pelawangan Senaru

Satu-satunya insiden menyebalkan di Lombok adalah ponsel saya yang jatuh di pos terakhir Senaru. Sedikit membuat saya sedih, namun nikmatnya plecing Lombok membuat saya segera melupakannya dan segera “move on” ke ponsel yang baru. Terima kasih untuk Mang Dudung dan Bi Iyet yang menampung kami selama di Lombok dan mengantar jemput kami kemana-mana.

SEPTEMBER

September adalah ulangtahun saya yang ke 25. Adin memberikan kado tas, berhubung tas saya sudah busuk dan itu juga sebenarnya bukan tas saya. Tapi tas dari Toni yang sudah tidak dipakai lagi. Terimakasih Adin ๐Ÿ˜‰

Di bulan ini juga kami sempat pergi ke Blora. Mengunjungi beberapa tempat wisata di sana. Selain itu sempat juga pergi ke Surabaya, Adin menemani tugas dinas saya di sana.

OKTOBER

Di bulan Oktober kami sempat pulang beberapa hari untuk merayakan Iedul Adha di Bogor. Kami menyembelih seekor sapi di rumah saya di Cikaret, lalu nyate di kediaman Adin.

IMG_2516

Dan yang paling penting di bulan Oktober adalah kami pindahan dari “kamar tanpa jendela” ke sebuah rumah kontrakan masih di komplek perumahan yang sama. Rumah ini cukup besar dengan tiga kamar. Kekurangannya hanyalah kamar mandi yang cukup kecil.

Pindahan

Pindahan

rumah baru

rumah baru

NOVEMBER

Rumah baru jauh lebih menyenangkan. Kami lebih leluasa dengan tiga kamar yang ada. Saya juga memasang TV kabel untuk mengisi waktu apabila bosan. Di weekend, jika tidak pergi kemana-mana, santai-santai di rumah sambil menonton TV juga cukup menghibur.

Di bulan November juga jatuh jatah cuti saya yang kedua. Kebetulan Adin sudah duluan di Bogor karena ada pekerjaan. Saya pulang naik pesawat via Semarang. Tak lupa membawa oleh-oleh khas Semarang yaitu Lumpia!!

Cuti kali ini kami berencana tidak pergi jauh-jauh. Akhirnya kami memutuskan untuk main ke Bandung. Bandung adalah kota impian Adin. Adin waktu kecil sering main ke Bandung, dan sempat bercita-cita bekerja di Bandung. Saya pun punya rencana sekolah lagi di Bandung, seharusnya pertengahan tahun ini (kalau tidak dikirim ke Jepang).

Kami mengunjungi rumah Teh Ei dan neng Fira, lalu bermalam di Lembang. Paginya menyusup bersama mahasiswa ke dalam Boscha. Kenapa menyusup? karena kalau umum tentu kita tidak bisa masuk. Tapi karena tampang kami yang masih seperti mahasiswa yang pacaran, kami gabung saja dengan mahasiswa-mahasiswa itu, ikut ke dalam ruang presentasi dan masuk ke dalam Boscha.

Cisarua-20121127-00403

Sarapan di jalur Puncak

IMG-20121128-00409_1354075274926_o

Boscha

 

Dari Lembang kami turun ke kota Bandung. Ternyata Bandung macet saudara-saudara. Belum kebayang kalau nanti saya harus tinggal di Bandung dengan macet yang seperti ini. Hehe. Malam kedua kami menginap di rumah teh Icha. Paginya survei perumahan di sekitar Bandung. Siangnyaย  saya sempat makan siang bersama kawan lama saya saya Ipin, dulu kami 4 tahun tinggal di kosan yang sama.

DESEMBER

Pertengahan Desember saya sudah mendengar desas-desus bahwa saya akan dipulangkan dari Cepu dan dikirim ke Jepang. ini kabar yang saya bingung menanggapinya seperti apa. Senang karena tugas saya di Cepu yang panas berakhir, khawatir juga apakah saya bisa membawa Adin ke sana.

Di liburan akhir tahun kami pergi ke kaki Gunung Lawu. Di sana kami mengunjungi candi-candi, air terjun dan menginap di salah satu penginapan yang pemandangannya aduhai.

IMG_3171

JANUARI

Awal Januari kami mengepack barang-barang kami di rumah yang belum genap 3 bulan kami tempati. Kami mengirim barang-barang kami dan motor saya dengan ekspedisi kereta.

IMG-20130107-00586IMG-20130107-00589

Tanggal 8 Januari, setelah shalat Subuh, kami bertolak dari Cepu menuju Bogor via Semarang.

Sayonara Cepu.

Subuh itu kami ucapkan selamat tinggal kepada Cepu dan kenangan-kenangan manisnya. Di depan kami episode lainnya sudah menunggu untuk dijalani, dinikmati dan diperjuangkan.

Advertisements
2 comments
  1. auqi1406 said:

    kayaknya ada yang lagi kangen parah -pake banget- sama adin..
    hehehehe
    semoga bisa segera ngumpul lagi di jepun ya, tom! Sekalin dapet oni junior.. :9

    • Hastomi said:

      hihi,, tau aja teh,, aamiin ^^ makasih doanya teh,, doa yg sama buat teteh,, tapi sebelumnya juga semoga segera mendapat jodoh yg soleh,, aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: