WEEKEND TRIP

Hampir setengah tahun saya ditempatkan di kota kecil di perbatasan jawa tengah dan timur, Cepu. Jatah cuti yang hanya 10 hari per tiga bulan membuat kami (saya dan Adin) harus sedikit berpikir untuk menghilangkan kebosanan karena tinggal di kota yang sepi dan gersang ini. Untungnya jam kerja proyek di hari sabtu setengah hari dan minggu libur (walaupun sering juga sabtu sampai malam dan masuk minggu) sehingga kami bisa berjalan-jelan sekedar untuk menghilangkan penat dan bosan.

Penat untuk saya yang sudah bekerja 6 hari seminggu dan bosan untuk Adin yang tidak ada kegiatan. Belakangan Adin ditawari untuk membantu menjadi guru TK oleh salah seorang kenalan kami di sini namun sepertinya dia belum tertarik.

Waktu yang sempit tentu membuat kami tidak bisa pergi jauh-jauh dari sini. Paling tidak perjalanan tidak lebih dari 4 jam.

Pertama, kami pernah naik sepeda motor ke Jepon, Blora. Di sana katanya pusat kerajinan jati. Kami berangkat agak sore dan hampir saja putus asa di tengah jalan karena jaraknya cukup jauh. Apalagi sepanjang jalan hanya hutan jati ditambah matahari yang mulai tenggelam. Tapi akhirnya kami sampai juga dan mampir ke salah satu workshop kerajinan jati. Jati di sini relatif murah dibandingkan dengan harga di Jakarta. Ada lemari, sofa, meja, kursi, ayunan, ukiran dan sebagainya. Kita juga bisa memesan sesuai dengan keinginan kita. Tinggal buat sketsanya lalu si pengrajin ini akan menghitung harganya.

Pulang dari Jepon hari sudah gelap. Kami mampir dulu di masjid untuk shalat maghrib. Setelah perjalanan sore itu kami menyimpulkan bahwa ke Jepon naik motor itu bukan ide yang bagus. Selain jaraknya yg cukup jauh, jalan juga dipenuhi dengan truk-truk besar yang membuat mengemudi motor tidak nyaman.

Selain Jepon kami juga pernah ke Jogja. Cepu Jogja ditempuh dalam waktu 5 jam. Kebetulan waktu itu Adin ada job di Jogja. Lalu kami janjian untuk main dulu ke Jogja. Adin terbang dari Jakarta dan saya naik bis dari Cepu.

Sabtu siang saya sudah keluar dari proyek dan packing lalu langsung menuju Padangan untuk menunggu bis. Untuk menuju Jogja saya harus naik bis ke ngawi, lalu dilanjut naik bis lagi menuju Jogja. Malam minggu ternyata jalanan cukup padat sehingga saya telat sekitar satu jam dari waktu perjanjian. Di Jogja kami menginap di rumah budhe Atik (kakak Ibu saya), lalu pagi harinya kami berkeliling ke Malioboro, Tamansari sampai ke Kaliurang.

Di lain waktu kami pernah mampir ke Solo. Waktu itu sedang bulan Ramadhan. Kebetulan saya mendapat pinjaman mobil dari kantor. Minggu subuh kami meluncur menuju Solo.

Cepu-Solo membutuhkan waktu 3 jam. Jam 8 pagi terlihat di depan gapura kota Surakarta. Di sana kami mengunjungi museum Danar Hadi. Lalu siangnya kami nonton bioskop. Hehe, wajar saja karena di Cepu tidak ada bioskop. Waktu itu sedang hebohnya film Batman, The Dark Knight Rises. Setelah waktu berbuka, kami mencicipi gudeg Adem Ayem. Wuih rasanya maknyus. Lalu setelah itu kami langsung pulang menuju Cepu.

Dari perjalanan Solo ini nampaknya yang membekas dalam benak Adin adalah nikmtnya rasa gudeg. Surprise, keesokan harinya Adin memasak gudeg sebagai menu berbuka puasa!! :)) enak loh rasanya!

Di lain minggu kami hanya menghabiskan waktu di kamar, tidur-tiduran dan menonton dvd. Bekerja 6 hari sebelumnya sudah membuat penat menjadi berkali-kali lipat sehingga sekedar santai saja sudah nikmat sekali rasanya.

Begitulah salah satu fragmen kehidupan kami di Cepu. Oh iya, ada satu perjalanan menarik juga yang belum saya ceritakan, yaitu saat kami menjelajahi kota Blora. Tunggu di postingan selanjutnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: