EKTRAKURIKULER??

Suatu ketika salah seorang kawan menelepon dan meminta tolong saya untuk mengajar siswa SMP di hari Sabtu  pagi. Sabtu pagi sebenarnya merupakan waktu yang paling asyik untuk bersantai-santai setelah lima hari selalu mengejar pagi, tapi karena ini adalah mengajar dan kawan saya memohon dengan sangat, akhirnya saya luluh (Selalu sulit menolak tawaran mengajar ^^). Ini profesional katanya, bukan kelas tambahan atau semacamnya, tapi resmi dari suatu lembaga yang dikontrak oleh SMP tersebut, dan saya akan dibayar dengan standar yang berlaku.

Sabtu yang dingin, dimana sebagian orang masih terlelap saya sudah meluncur ke Bogor, naik kereta. Kelas dimulai pukul 7 pagi jadi saya harus berangkat cukup pagi. Tepat pukul 7 pagi saya sudah sampai dan langsung menemui kawan saya yang menjadi koordinator. Saya sudah diberitahu sebelumnya bab dan pelajaran yang harus diajar. Saya diberi buku absen dan bahan ajar berupa soal-soal latihan.

Agak bingung sebenarnya untuk apa pelajaran tambahan ini. Pelajaran yang diajarkan adalah pelajaran Fisika dan lembaga yang dikontrak ternyata adalah lembaga bimbingan untuk olimpiade. Akhirnya saya masuk kelas dan memulai pelajaran.

Kebiasaan saya sebelum mengajar saya selalu mencoba untuk mengenal kelas, dari nama-nama siswa, pelajaran di sekolah sudah sampai mana, kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi dan lainnya. Semakin aneh adalah ketika saya mengetahui bahwa bab yang harus saya ajarkan belum mereka dapatkan di sekolah. Ketika saya bertanya lebih lanjut lagi, ternyata program tambahan ini merupakan bagian dari ekstrakurikuler. “seram sekali ekstrakurikulernya Fisika”, begitu celetuk saya. Katanya program ekstrakurikuler ini wajib, dan biasanya pagi berupa tambahan kelas baru setelah itu ekstrakurikuler yang sebenarnya.

Entahlah, namun setelah mengetahui bahwa ini program tambahan yang wajib, semangat saya mengajar berkurang. Ya, saya suka mengajar apabila siswanya juga bersemangat untuk diajar dan bukan belajar karena dipaksa atau suatu kewajiban.

Saya lebih memilih mengajar di salah satu bimbingan belajar untuk masuk perguruan tinggi dimana para siswa begitu bersemangat ingin bisa lolos SNMPTN atau tes ujian masuk lainnya. Kelas lebih hidup dan lebih menyenangkan karena targetnya jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: