LEBIH BAIK

Saya lelah dengan dunia yang penuh paradigma “menjadi yang paling”. Semua orang berlomba menjadi yang paling. Paling kaya. Paling pintar. Paling baik. Paling sukses. Paling berkuasa. Paling berpengaruh.

Sebenarnya tidak salah. Sama sekali tidak salah. Yang berbahaya dalam dunia menjadi yang paling adalah perasaan “merasa lebih” dari orang lain. Dan yang paling berbahaya di antara itu perasaan “merasa lebih” adalah “merasa lebih baik” dari orang lain.

Perasaan ini sangat berbahaya. Karena hal Inilah iblis diusir dari surga, karena ia “merasa lebih baik” daripada Adam. Iblis yang diciptakan dari api merasa lebih baik daripada Adam yang diciptakan dari tanah. Iblis enggan memenuhi perintah Allah untuk bersujud kepada Adam.

Perasaan muncul dari hati. Ini penyakit hati. Perasaan ini bisa muncul kapan saja, dimana saja bahkan kadang kita tidak menyadarinya. Bahkan merasa lebih baik tidak hanya bisa dimunculkan dari sikap yang sombong, arogan, tapi bisa juga dari sifat merendahkan diri yang berlebihan supaya terlihat lebih baik bisa dikategorikan sombong. Atau bahkan dari rasa kasihan seakan-akan kita lebih baik daripada orang yang kita kasihani. Ah, pusing saya. Lalu harus bagaimana?

Ini tidak bisa ditutupi dengan sikap maupun ucapan karena sumbernya dari dalam hati. Apakah kita berkuasa atas hati kita? Satu-satunya cara adalah memohon kepada Allah Sang Pembolak-balik hati agar kita dijauhkan dari penyakit hati: iri, dengki dan sombong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: