KAJIAN TAFSIR

Kajian tafsir siang ini sungguh menyentuh. Memang, diantara kajian-kajian dzuhr di kantor di hari lain, kajian tafsir menjadi favorit saya karena ustadz yang menyampaikan bahasanya begitu sederhana dan menyentuh. Selain itu memang tafsir Al-Quran memang salah satu subjek favorit saya dibanding kajian-kajian yang lain kerena berisi firman langsung dari Allah SWT yang singkat, padat, indah dan penuh makna.

Siang ini dibahas tiga ayat dalam surat ke 63 yaitu surat Al-Munafiqun ayat 9-11.

9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi

10. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

11. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Ayat 9 menggambarkan bahwa jangan sampai dunia membuat kita lalai mengingat dan beribadah kepada Allah. Dalam ayat ini digambarkan harta dan anak sebagai hal yang dapat membuat kita lupa mengingat Allah. Betapa Allah mengingatkan kita agar tidak lalai dengan harta dan anak-anak kita.

Ayat 10 berisi tentang kewajiban manusia untuk menginfakkan sebagian rizki yang telah Allah berikan kepada kita. Allah sangat mengetahui bahwa manusia begitu mencintai hartanya sehingga yang wajib diinfakkan adalah hanya sebagian saja. Maknanya dari rezeki yang kita dapatkan, hanya sebagian kecil saja dibandingkan jumlah yang boleh kita balanjakan untuk kehidupan kita.

Digambarkan bagaimana penyesalan orang-orang yang lalai bersedekah sampai tiba pada mereka ajalnya. Mereka meminta kepada Allah “ Ya Allah, tangguhkanlah ajalku barang sebentar, maka aku akan bersedekah dan menjadi hamba yang salih”. Dan di ayat ke-11 dijelaskan bahwa permintaan mereka tidak diterima kepada Allah. Apabila tiba ajal sesorang, tidak akan bisa ditunda barang sebentar pun.

Bagaimana agar cinta kita kepada Allah melebihi cinta kita pada yang lain?

Caranya adalah dengan mengenal Allah lebih dekat. Semakin kita kenal dengan Allah, semakin kita cinta kepada Allah. Semakin Cinta kepada Allah maka akan semakin kita memprioritaskan perintah Allah dibandingkan dengan pesona dunia.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah berdzikir di waktu pagi dan petang seperti yang disebut dalam surat Al-A’raaf ayat 205:

205. Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Dan salah satu ciri orang munafik adalah yang sedikit mengingat Allah:

Dalam surat An-Nisa: 142:

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit.

 

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai. Amin.

 

*diringkas dari kajian dzuhr di kantor oleh Ust Abdul Hasib Hasan Lc.

 

 

Advertisements
1 comment
  1. Adi Tri said:

    Alhamdulillah terimakasih telah berbagi ilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: