TERTEGUN

Pagi ini pukul 6 pagi saya menyeberangi rel kereta. Cuacanya mendung. Masih tersisa sedikit gerimis tadi subuh. Kebetulan ketika hendak menyeberang ada kereta yang akan lewat, sehingga saya menunggu dulu kereta lewat.

Dari kejauhan saya melihat lampu kereta yang mendekat. Dari bentuk dan warnanya saya tau itu adalah kereta ekonomi. Sebenarnya bukan pemandangan yang aneh apabila melihat kereta ekonomi disesaki manusia di dalam, atap gerbong, sela-sela gerbong dan bahkan bergantungan di bagian belakang kereta.

Dari kejauhan saya mengira mungkin orang yang bergelantungan dan duduk di atap tidak sebanyak biasanya karena cuaca agak gerimis. Tapi saya keget ketika melihat begitu banyaknya manusia di kereta tersebut bahkan tidak berbeda dengan hari biasa. Tiba-tiba saya tertegun.

Mereka berani melawan resiko demi mencari nafkah. Semangat yang luar biasa bukan? Mungkin mereka bukan orang yang mampu membeli tiket kereta commuter line. Bagi mereka kereta ekonomi adalah satu-satunya jalan agar asap dapur tetap bisa mengepul. Dan itupun sebagian harus dilalui dengan menantang maut; duduk di atap dan bergelantungan!! Bahkan saat cuaca gerimis dan dingin seperti ini!!

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: