Pria paruh baya itu tidak enak badan dan meminta izin atasannya untuk pulang lebih awal. Mungkin karena kelelahan, juga anaknya yang sakit, ia tidak cukup sehat hari ini. Matahari sedang panas-panasnya di Anyer saat jam makan siang baru saja selesai. Karyawan pabrik yang memakai helm, seragam warna telur asin — yang sulit dibedakan satu sama lain — mulai kembali beraktivitas.

Ia menuju motornya di area parkir dan segera melaju ke arah Timur. Belum lepas dari area industri, nahas, motornya tersenggol yang menyebabkan ia kecelakaan. Dibawa ke rumah sakit segera namun tak tertolong. Saya pun tidak tahu nasib anak dan keluarganya.

Darah yang masih hangat membasahi aspal yang berdebu. Tubuhnya yang bersimbah tergeletak di tepi jalan, ditutupi terpal sekenanya. Saat dibawa ke rumah sakit, bekas darah masih terlihat. Tapi segera, panas matahari membuatnya kering. Debu dari truk-truk yang lewat menutupinya. Lalu bekasnya hilang.

Mulanya orang berkumpul di sekitar. Tukang ojek, pedagang asongan dan banyak pengendara yang menepi. Bicara tentang kecelakaan. Simpang siur, informasi disebar di grup-grup media sosial. Tapi lalu orang-orang bubar. Kembali pada urusannya masing-masing. Kembali pada masalahnya masing-masing. Pabrik tempat ia bekerja mendengar berita duka itu dan menyampaikan berita duka kepada semua karyawan. Sebagian kolega melayat, perwakilan perusahaan menyampaikan hak-hak sesuai peraturan.

Pabrik tetap beroperasi mengeluarkan awan-awan artifisial ke langit Anyer yang biru kelabu. Truk-truk berjalan sana-sini, para pekerja naik motor kredit tanpa helm, karyawan diantar bus perusahaan berderet-deret, petinggi perusahaan naik mobil hitam mengkilat sambil minum kopi.

Sore itu seorang pemuda baru saja makan di warung Padang. Menunggu angkot di tepi jalan. Tanpa tahu disitu sebelumnya ada darah yang berceceran.

https://bantenhits.com/2019/08/27/karyawan-pt-chandra-asri-petrochemical-tewas-setelah-gagal-nyalip-di-jalan-raya-anyer/

 

 

 

IMG_0042

Saya menyesap kopi saya yang pertama pada hari itu, pada ketinggian lebih dari 2000 mdpl. Itu setelah sebelumnya satu mangkok mie instant saya habiskan tanpa banyak kata. Anak-anak sibuk makan semangka dan Adin masih sibuk dengan mie rebusnya.

Matahari mulai naik sehingga udara agak hangat, walaupun angin semilir masih terasa dingin. Sinar matahari yang terik dipantulkan tebing-tebing putih di sekitar kawah menjadikan jalur pendakian terang-benderang. Di pos ini, “bunderan” orang bilang, ada beberapa warung yang cukup lengkap. Kami beristirahat untuk sarapan, persiapan melanjutkan perjalanan ke hutan mati. Entah lanjut sampai puncak atau tidak.

Dinara dan Adam nampak sekali senang dan bersemangat, Ini karena faktor udara yang sejuk tentu saja. Dan juga harus sarapan yang cukup, buang air – ganti popok supaya lega. Kami siap melanjutkan perjalanan. Jaket dan sweater yang sebelumnya dipakai guna melawan suhu dibawah 10 derajat Celcius kami titip di ibu penjaga warung.

***

Satu hari sebelumnya kami baru saja selesai acara keluarga besar di Garut. Ditutup dengan makan siang bakso aci (tapi ada bakso sapinya untungnya, karena aci saja apa gizinya?), kami semua berpisah. Satu mobil ke Bandung langsung ke Bogor, satu rombongan lagi ke arah pantai Selatan. Pantai Selatan tidak begitu menarik buat kami yang tinggal di dekat pantai. Setelah berbagai opsi ditimbang-timbang, mengingat ini sudah sangat dekat dengan Papandayan, kami akhirnya putar balik ke arah gunung. Memang sudah bawa tenda di mobil, jadi kami berencana kemping santai di bawah  dan berburu sunrise besok paginya.

Setelah drama tak penting di area camp ground (Camp David), sedikit cek-cok dengan petugas cottege, akhirnya kami memutuskan kemping di area rumput dekat parkir. Ini lokasi yang lebih baik, dekat dengan warung juga. Begitu hari gelap suhu turun drastis sekali. Setelah makan malam di warung terdekat kami semua masuk tenda. Semakin malam suhu semakin rendah, bahkan saya tidak bisa bertahan di luar tenda. Ketika saya cek ke mobil, ternyata suhu 8 derajat Celcius.

Sleepeng bag polar tipis yang kami bawa tidak bisa menahan suhu sedingin itu. Anak-anak kami lapisi pakaian tambahan juga kaos tangan dan kaki. Dalam diam kami berpikir: apa kita turun saja ke kota? cari hotel yang hangat dan kasur yang empuk. Untungnya sweater warisan yang saya pakai bisa membantu suhu badan Adin yang mulai menggigil, dan saya pun bisa tertidur setelah semua stok baju dikeluarkan dan tidur di bawah tumpukan baju

Dalam diam kami berpikir: apa kita turun saja ke kota? cari hotel yang hangat dan kasur yang empuk.

***

Dari hasil ngobrol dengan para porter, sunrise bisa dilihat di tebing sunrise. Lokasinya melipir sedikit dari pos 6. Kami berencana berangkat langsung setelah shalat Subuh.

Alarm yang diset jam 4 sudah berbunyi tapi semangat kami pupus. Suhu begitu dingin. Tenda begitu hangat. Anak-anak masih terlelap. Buat apa hiking di hari masih gelap? Saat orang-orang masih berkemul dalam selimut yang hangat? Tapi mengingat sudah susah-susah melewati malam yang panjang, kami pun keluar tenda. Shalat subuh dan menghangatkan badan dengan teh manis. Adam nampak oke, Dinara masih rewel karena tidurnya terganggu. Pukul 5 lewat kami sudah naik ojek sampai ke lereng kawah.

Alarm yang diset jam 4 sudah berbunyi tapi semangat kami pupus. Suhu begitu dingin. Tenda begitu hangat. Anak-anak masih terlelap. Buat apa hiking di hari masih gelap?

Tebing sunrise masih jauh sewaktu langit mulai kemerahan. Kami akhirnya menikmati sunrise dari jalur menuju kawah. Sunrise yang begitu indah, sempurna, mengobati semua perjuangan semalam.

IMG_9975

The perfect sunrise, dari jalur kawah Papandayan

***

Sekitar pukul delapan kami sampai di bunderan, pos 7. Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan ke arah hutan mati. Jalur ke hutan mati ini mendaki bukit dengan pohon-pohon yang pendek sehingga terik matahari terasa. Jalurnya sudah cukup bagus dengan tangga yang cukup lebar. Mood anak-anak jauh membaik setelah perut terisi dan urusan belakang dituntaskan. Beberapa kali kami beristirahat di bawah bayangan pohon yang agak teduh.

IMG_0150

Sekitar satu jam, akhirnya kami sampai hutan mati. Hutan mati itu area luas dengan batang-batang pohon yang mati karena letusan pada tahun 2002. Dari hutan mati sudah nampak puncak, tapi kami tidak melanjutkan ke sana.

IMG_0205

Setelah puas foto-foto kamu pun turun, dan sampai di Camp David sudah tengah hari. Kami kembali ke garut, makan sore yang dirapel di kota Garut dan kembali ke Cilegon.

Terakhir kami naik gunung itu tahun 2014, gunung Merbabu. Setelah tahun 2015 Dinara lahir belum pernah kami naik gunung lagi. Jadi kesempatan naik gunung tipis-tipis kayak gini membuat kami senang sekali, akhirnya kembali menyusuri jalan setapak. Bedanya nggak bawa tas berat-berat, tapi bocah yang sama beratnya. Di perjalanan yang lebih jauh dah pasti pakai porter nantinya.

Sampai ketemu di Gunung selanjutnya!

IMG_0274
Full Team

 

INDEX, FUTURE LOG, MONTHLY LOG, DAILY LOG, COLLECTION

Struktur utama dari jurnalnya sesuai judul di atas. Dimulai dari INDEX aka daftar isi. Jadi halaman di jurnal musti kita kasi halaman supaya gampang nyarinya. Jadi ini nantinya nggak cuma sebagai jurnal aja, karena nanti kita buat collection untuk misalnya mau blogging, jadwal menu, resep masak, study plan dan sebagainya.

Setelah index, ada yang namanya future log.

FUTURE LOG

Future log aka kalender tahunan. Biasanya dibuat dalam 4 halaman atau sesuai selera. Future Log isinya itu agenda yang udah pasti-pasti, penting dan kemungkinan kecil berubah atau batal. Misalnya liburan lebaran, trip ke luar, lahiran, nikahan sahabat yang kita musti dateng dan semacamnya.

Contoh (sumber: https://www.deckleedge.co.za/create-bullet-journal/)

bujo-future-log

MONTHLY LOG

Adalah kalender harian dalam satu bulan. Biasanya ini fokus utama karena kita paling gampang bisa ngelihat satu bulan ke depan. Weekly log biasanya nggak kepake karena rentang waktu terlalu pendek dan sering banget diundur ke minggu berikutnya.

Formatnya sesuai selera ya. Tapi umumnya ada tanggal harian dan target bulan itu. Contoh dari website bullet journal (https://store.bulletjournal.com/blogs/bullet-journal/the-comic-bullet-journal)

Monthly log ini bisa juga buat habit tracker, misalnya punya rencana 2 kali workout seminggu. Bisa kita track disini.

DAILY LOG

Ini plan harian, kita buat di halaman langsung setelah Monthly Log. Bisa dipake untuk planning harian.

COLLECTION

Collection ini bisa kita pake buat bikin halaman untuk topik tertentu. Misalnya mau blogging, nyatet keuangan, resep masakan, apapun itu.

Tinggal buat judul topiknya dan masukin halamannya ke index. Ini index jurnal saya:

IMG_0190

Jadi bebas mau nulis di halaman berapa karena ada Index jadi nggak bingung nyarinya. Mau kasi slot berapa halaman kira-kira aja. Nggak harus urut karena kan ide bisa muncul kapan aja.

Most of time saya bekerja di monthly log. Disitu keliatan misalnya bulan April mau ngapain nih. Yang di luar itu ntar aja mikirnya, karena masih jauh.

Nah di akhir bulan bakal keliatan mana task yang completed. Yang belum tercapai kita migrasi aka pindahin ke Monthly Log bulan berikutnya. Nanti akan keliatan deh task yang berbulan-bulan dimigrasi dan disitu perlu kita tentukan: apa iya ini harus saya lakukan? Kalau ternyata nggak penting dan kita nggak punya komitmen untuk meluangkan waktu dan energi, ya coret aja!

Selamat berjurnal, good luck!

Berawal dari banyak banget agenda yang kelewat, padahal sudah berusaha dicatat. Ini sesederhana agenda servis kendaraan, ngurusin SIM yang kena tilang, atau nyangkok pohon rambutan. Puncaknya sampai saya harus keluar dana besar karena kealpaan ini. Apalagi kalau urusannya janji dengan orang lain, menjadikannya penting meskipun hal sederhana.

Jurnal?

Sebenarnya saya sudah melakukan ini tapi kebanyakan ditinggal nggak diterusin. Beberapa alasan jurnal tidak efektif:

1. Banyak agenda yang kita rencanakan molor. Mustinya minggu ini, tapi ada acara lain, jadi musti diundur. Akhirnya berlarut-larut belum dikerjakan. Bagaimana cara mengelolanya?

2. Banyak hal yang musti kita kerjakan, seperti agenda keluarga, urusan administrasi sebagai warga negara, bisnis kecil-kecilan, workout, dan sebagainya. Bisa nggak ini ditulis dalam satu jurnal?

Nah sebenarnya saya sudah mencoba beberapa metode tapi tidak berhasil maksimum. Dan pas banget Cune posting disini dan saya langsung cobain. Ini metode yang dikembangkan oleh Ryder Caroll. Layak dicoba!

Prinsip bullet journaling bisa dicek di websitenya langung. Tapi singkatnya saya coba tuliskan disini.

Bullet Journal bisa kita pake buku apapun, bentuk apapan, yang nyaman menurut kalian. Saya sih beli di Miniso, notes tanpa garis ukuran saku yang bisa dibawa kemana-mana tanpa musti bawa tas.

nHBfsgAAAwAAABAANAK15AAC4d8.jpg

Prinsip dari bullet jurnaling adalah sebagai berikut:

RAPID LOGGING

Alias mencatat ringkas-ringkas aja. To the point nggak usah bertele-tele. Dalam rapid logging unsur-unsurnya perlu ada TITLE, PAGE NUMBERS, dan intinya: BULLETS. Saya bahas bulletnya dulu supaya nggak bingung.

Ada beberapa bullet:

Dot “*” adalah task: sesuatu yang musti dikerjain. Contoh: bayar pajak, nulis essay, vaksin bocils.

“x” artinya task completed. Transformasi dari dot yang sudah dikerjakan. Done!

“o” adalah event: suatu agenda yang tempat dan waktunya terdefinisi. Contoh: nikahan temen, ultah seseorang.

“>” artinya migrated aka diundur. Jadi ini adalah task (dot)  yang bertransformasi karena diundur ke phase berikutnya (minggu depan, bulan depan etc)

“<” artinya scheduled alias sudah dijadwalkan. Ini transformasi dari task karena sudah kita agendakan untuk dikerjakan pada suatu tempat atau waktu tertentu. Ketika kita menulis task dengan dot, ia hanya berupa task. Tapi ketika kita transformasi menjadi “<“, artinya kita komitmen akan mengerjakan itu di suatu waktu. Lalu kita catat di tanggal bersangkutan di Monthly Log.

“-” artinya note. Jadi ini untuk nulis fakta, pikiran random atau ide-ide. Belum jadi task karena belum diputuskan akan difollow-up atau nggak. Bisa jadi task suatu hari nanti.

 

 

(bersambung ke bagian 2)

Berikut pangalaman saya saat perpanjang paspor di imigrasi kota Bogor di jalan Ahmad Yani pada tanggal 15 Maret 2018.

Pendaftaran

Daftar via whatsapp: Ketik #Nama#tanggallahir#tanggalkedatangan lalu kirim ke 08111100333. Format tanggal dalam DDMMYYYY.

Tanggal kedatangan adalah rencana kita untuk mengurus paspornya. Jika ternyata penih pada tanggal yang kita inginkan, nanti dia akan balas dengan informasi tanggal yang masih kosong.

Biasanya jadwalnya dalam dua minggu sampai satu bulan kedepan, tergantung ramainya pendaftar. Saya daftar tanggal 3 dan dapat jadwal tanggal 15.

Untuk orang dewasa, pendaftaran via whatsapp berlaku per orang. Artinya satu booking code berlaku untuk satu orang dewasa. Untuk anak, jika orangtuanya sekalian memproses bisa sekalian dengan orang tuanya. Tapi kalau proses paspor untuk anak sendiri, harus didaftarkan booking atas nama anaknya.

Syarat

Untuk perpanjangan paspor orang dewasa syaratnya:

  1. Paspor lama asli dan difotokopi halaman depan dalam kertas A4
  2. Fotokopi KTP dalam kertas A4*

Jika belum E-KTP, sebaiknya diurus E-KTP dan jika E-KTP belum jadi perlu menunujukkan surat registrasi E-KTP sementara (diurus di Kelurahan dan Kecamatan)

Untuk pembuatan paspor baru dewasa perlu menyiapkan:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Kartu Keluagra
  3. Fotokopi Akta Lahir
  4. Fotokopi Ijazah
  5. Disarankan membawa dokumen aslinya

Untuk pembuatan paspor baru anak:

  1. Fotokopi akta lahir
  2. Fotokopi kartu keluarga
  3. Fotokopi KTP Ayah dan Ibu dalam 1 kertas A4
  4. Fotokopi paspor Ayah dan atau Ibu dalam 1 kertas A4
  5. Fotokopi Surat Nikah orangtua
  6. Disarankan membawa dokumen aslinya

Jika tidak sempat fotokopi di imigrasi ada tukang fotokopi, jadi bisa dicopy disana.

Hari-H

Di hari yang sudah dijadwalkan datang pagi sekitar (disaraknkan sekitar jam 8) karena perlu isi formulir dan surat pernyataan. Mengisi formulir ini kita-kira 10-15 menit. Mengisi dengan pulpen hitam dan perlu menyiapkan materai. Di inigrasi pun ada yang jual materai, jadi tidak

Alurnya:

  1. Sampai imigrasi, ambil formulir dan surat pernyataan, isi, tempel materai, tanda tangan.
  2. Antri ke loket untuk memasukkan berkas
  3. Di loket kita akan diminta booking code dari whatsapp, lalu dicek berkasnya
  4. Jika semua berkas lengkap, dokumen masuk dan kita menunggu antrian foto dan wawancara.
  5. Foto, sidik jadi, wawancara
  6. Pembayaran dengan cash di loket kantor pos
  7. Pengambilan paspor 3 hari kerja setelah pembayaran

Khusus jika bawa balita (saperti saya kemarin), bisa dapat antrian khusus karena diprioritaskan. Jadi kemarin berkas Ibunya bareng dengan anaknya dapat nomor antrian khusus. Tapi nggak jauh beda dengan saya yang antri normal.

Untuk wawancara, untuk menghindari keribetan, bilang saja mau jalan-jalan ke Singapura.

Kita datang jam 9.20 dan selesai jam 11.20. Menurut saya sistem ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Tidak perlu datang subuh-subuh dan antri manual.

Biaya

Perpanjang Paspor Dewasa = 355K

Buat paspor Anak = 355K

Materai = 7500 (beli di imigrasi)

 

Note:

  • KTP Adin sebenarnya sudah tidak berlaku tapi kemarin dokumen lolos. Semoga paspornya tetep jadi besok Rabu tanggal 21

I challenge you to go a day without a phone and tell your story.

#onedaynosmartphone

Here is my story:

***

For one reason, it happened to me that I could not bring my phone when I was leaving home for office. It’s due to an accident, and in that unbelievable circumstance there is simply no way I could bring the phone.

My wife arranged gojek from home to train station. But that’s all. Afterward, I have to pass the day, get through crowd of Jakarta and work without a phone. Read More

Tiga bulan belakangan saya melakukan riset kecil mengenai pengeluaran keluarga. Saya mencatat secara mendetail pemasukan dan pengeluaran setiap hari, memilah-milah sesuai kategori yang saya buat dan membuat grafiknya. Beberapa poin yang saya simpulkan:

1. Kendaraan itu mahal

Ya, karena kendaraan itu perlu bensin, perlu bayar tol, perlu bayar pajak, perlu maintenance. Tapi dengan adanya anak kecil dan transportasi umum yang masih jauh dari aman dan nyaman, harga ini perlu dibayar.

2. Memasak itu Murah

Uang untuk satu kali makan di luar, kalau dipakai untuk masak sendiri itu bisa untuk tiga kali makan. Dan makan di luar juga sebenarnya nggak enak-enak banget juga. Ya kecuali beberapa.

3. Minimarket

Kalau dilihat-lihat lagi, isi minimarket itu nggak ada yang enak. Dan harganya mahal-mahal. Tapi anehnya, uang kita habis buat jajan-jajan makanan yang artifisial penuh gula yang dijual di minimarket.

 

Jadi kalau mau hemat; nggak usah punya mobil, kurangi makan di luar (kalau perlu bawa bekel ke kantor) dan jangan mampir ke minimarket kecuali emergency.

Good Luck!